Posted on: March 29, 2020 Posted by: patlewis Comments: 0

The Christmas of The Reddle Moon: Sebuah Karya Fiksi Yang Seru dan Menegangkan – Buku fiksi hasil karya J. Patrick Lewis memang selalu dinanti. Alur cerita yang menantang meskipun genre masuk golongan fiksi tidak membuat bosan. Setiap halaman menghadirkan nuansa apik yang mampu mendorong imajinasi serta rasa ingin tahu tinggi bagi pembaca khususnya anak-anak. Gaya bahasanya begitu menyentuh. Sehingga anak cepat mengerti dan hanyut dalam kisahnya. Belum lagi tambahan aksen gambar yang komposisi desainnya sangat mewakili alur cerita. Sehingga apa yang ada dipikiran anak otomatis terkoneksi dengan gambar. Imajinasi mereka semakin luas hingga mampu melebihi apa yang tersirat dalam buku tersebut. Seperti karya Lewis yang satu ini. Berkisah tentang malam natal yang penuh aksi seru dialami oleh beberapa anak.

Buku ini mempunyai format hardcover dengan panjang ukuran 32.Serta berat saat dipaketkan senilai 1,1 pounds. Penerbit Dial telah menerbitkan pertama kali pada 1 November 1994. Serta hadir ke hadapan pembaca cilik dengan English Version. Media apik untuk belajar sambil bermain. Para orang tua bisa membacakan kisah seru saat anak santai atau menjelang tidur. Karena buku ini efektif dibaca kapan saja. Kalimatnya disusun sangat ringan dan mengalir seperti air. Jadi rasa penasaran serta tantangan untuk melahap semua cerita sampai habis sangat tinggi. Gaya bahasa unik membuat anak mudah untuk terlelap tidur. Mereka diajak membangun fantasi hingga rasa kantuk datang. Meskipun penerbit melaunchingkan buku beberapa tahun lalu. Anda bisa mendapatkannya di toko buku online terbesar dan terpercaya. Contohnya saja Amazon.com, serta lainnya.

Buku ini juga mempunyai review positif. 5 bintang berhasil diraih yang diperoleh dari tanggapan pembaca tentang isi keseluruhan buku. Dari awal saja sudah ketahuan bagusnya. Cover buku begitu jelas mengilustrasikan gambaran singkat cerita. Warna merah menyala sesuai dengan kisah dalam buku yang bermakna sihir oleh wanita tua. Lewis menceritakan dalam bukunya bahwa pada suatu ketika. Tepatnya ketika badai salju menerpa di malam natal yang sunyi, sakral dan damai. Dua orang anak hilang begitu saja. Peristiwa tersebut terjadi ketika mereka dalam perjalanan pulang. Dengan mengambil latar tempat dan waktu yaitu Inggris abad ke 20. Akibat badai salju perjalanan mereka jadi terhambat. Mereka ingin segera sampai rumah, serta menikmati malam penuh kedamaian bersama keluarga. Tetapi apa boleh dikata ternyata keadaan alam memperlambat langkah mereka.

Karena rasa ketidaksabaran itu membuat mereka nekat mengambil langkah. Dengan menelusuri sebuah jalan pintas. Disitulah hal tak terduga menimpa mereka. Saat menyusuri area tersebut mereka dikejutkan dengan sebuah peristiwa aneh. Mereka terperosok dalam lubang besar. Saat tiba di dasar jurang, ketakutan menyergap mereka. Hingga ditemukan oleh wanita yang sangat aneh. Sebut saja Wee Mary Fever dengan kucing api merahnya yang setia menemani. Wanita itu ternyata penjual reddle. Ia mengambilnya dari hasil penggalian tanah merah dengan pedangnya. Dirinya menjajakan reddle kepada petani domba. Banyak anak termasuk mereka yang terperosok dalam lubang telah mendengar cerita aneh akan sosok wanita itu. Namun ketakutan terhadap keanehan itu sirna. Saat si wanita tua mengulurkan bantuan.

Wee Mary memakai sihirnya untuk mengantarkan anak pulang ke rumahnya. Debu merah ia tiupkan dalam gelapnya malam sambil dibacakan sebuah mantra. Sehingga debu berubah warna menjadi bulan berwarna merah cerah. Wee Mary menggunakan sihirnya ketika anak itu masih tertidur lelap. Hingga tiba di rumah, saat mereka terbangun ada kaos kaki merah yang menggantung pada mantel. Akhirnya mereka menikmati natal indah disertai senyum bahagia.

Leave a Comment